Tabel Konten
Dokumen ini merupakan bagian dari Laporan Indeks Kinerja Organisasi Kemasyarakatan 2025 Kota Semarang (halaman 53–57). Laporan mengukur kualitas kelembagaan Ormas secara objektif dan terstandar, dengan tujuan memperkuat peran Ormas sebagai mitra pembangunan sosial yang berbasis pada nilai kesetaraan dan inklusi sosial.
1. Kerangka Pengukuran (3.1.4 Indikator Pengukuran)
Pengukuran dilakukan melalui 25 indikator yang dibagi dalam 3 dimensi utama:
| No | Dimensi Utama | Bobot | Jumlah Indikator | Fokus Utama |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Tata Kelola | 30 | 9 | Struktur organisasi, pembagian tugas, rapat, dokumentasi, transparansi, partisipasi anggota, perencanaan, regenerasi kepemimpinan |
| 2 | Keberlanjutan | 35 | 8 | Kemandirian finansial, diversifikasi dana, kemitraan, regenerasi SDM, adaptasi digital, relevansi program, arah jangka panjang |
| 3 | Etika dan Inklusi | 35 | 8 | Kode etik, integritas pengurus, legalitas, akuntabilitas keuangan, mekanisme pelaporan, kesetaraan, tanggung jawab sosial & lingkungan |
- Setiap indikator dinilai oleh pengurus Ormas dengan skala 0–4 (Sangat Tidak Setuju hingga Sangat Setuju).
- Nilai diverifikasi melalui dokumen administratif dan observasi lapangan.
- Hasil dinormalisasi menjadi skala 0–100 untuk perbandingan antar-dimensi dan antar-organisasi.
2. Hasil Analisis per Dimensi
Dimensi Tata Kelola (Bobot 30)
- Skor rata-rata: 68,02% → Kategori Cukup
- Distribusi jawaban: Sangat Setuju 72,88% + Setuju 21,20% = 94,08% respons positif
- Kontribusi terhadap indeks total: 20,41%
- Kekuatan: Mayoritas Ormas sudah rutin melaksanakan rapat, memiliki struktur pengurus, dan melaporkan kegiatan.
- Tantangan: Masih ada variasi dalam dokumentasi dan mekanisme pengambilan keputusan yang belum seragam.
Dimensi Keberlanjutan (Bobot 35)
- Skor rata-rata: 61,30% → Kategori Cukup
- Distribusi jawaban: Sangat Setuju 59,61% + Setuju 28,63% = 88,24% respons positif
- Kekuatan: Ormas cukup konsisten menjalankan program rutin dan menjaga hubungan kemasyarakatan.
- Tantangan: Fondasi jangka panjang (pendanaan, inovasi, regenerasi SDM) masih lemah pada sebagian organisasi.
Kesimpulan Singkat
Secara keseluruhan, kinerja Ormas Kota Semarang tahun 2025 berada pada kategori Cukup di dua dimensi yang sudah dianalisis. Tata Kelola menjadi pondasi yang cukup solid, sedangkan Keberlanjutan masih perlu penguatan agar organisasi lebih mandiri dan adaptif. Dimensi Etika dan Inklusi (bobot terbesar kedua) belum diuraikan secara lengkap di halaman yang tersedia, namun indikatornya sudah disusun secara jelas dalam Tabel 2.

